Cap Gomeh 2018 di Pontianak

cap gomeh 2018

Video jalan-jalan di pasar hongkong pontianak saat perayaan Cap Gomeh 2018.  Rame dan memukau atraksi barongsai dan kembang api yang disajikan buat para penonton dalam acara Cap Gomeh 2018.  Sebuah perayaan khusus suku chinese yang sudah berkolaborasi dengan suku-suku lain yang berada di Pontianak, Kalimantan Barat. Saksikan video dibawah diambil saat perayaan Cap Gomeh 2018 di Pontianak.

CAP GOMEH 2018

Cap Go Meh adalah tradisi Tiongkok Cina yang berasal dari Dinasti Qin (221 – 207 SM). Berbagai atraksi di adakan setiap tahunnya dengan tujuan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan, mengusir roh jahat dan menghilangkan kesialan. Simbol Perayaan biasanya adalah atraksi barongsai (naga), petasan dan musik. Perayaan Cap Go Meh tidak hanya dirayakan di Indonesia, Tapi juga seluruh dunia walau dengan penyebutan yang berbeda.

Di negara selain indonesia seperti misalnya negara-negara eropa dan negara Asia Cap go Meh lebih dikenal dengan istilah Festival Lentera(Lantern Festival), di cina daratan Cap Go Meh disebut Yuanxiao atau Shangyuan, Yuen Siu (Hongkong), Tết Thượng Nguyên (Vietnam), akan tetapi untuk negara seperti singapura dan malaysia penyebutannya tetap sama dengan Indonesia yaitu cap go meh. Perayaan di semua negara dunia juga berlangsung sama secara tradisional diisi dengan berbagai atraksi barongsai dan itu dimulai dari malam hari sebelum hari pertama tahun baru imlek sampai ke festival lentera/cap go meh hari raya tahun baru cina tgl 15 bulan 1.

APAKAH DIMAKSUD PERAYAAN CAP GO MEH?

Maksud dan tujuan kegiatan perayaan Cap Go Meh dengan atraksi barongsai dan naga adalah sebuah ritual pengusiran roh jahat yang dulu dikaitkan dengan makhluk Nian dan juga sebagai ungkapan rasa syukur atas harta, kemakmuran yang telah diberikan Tuhan. Selain itu tujuan dari adanya kegiatan tersebut adalah untuk menjauhkan dari segala kesialan. Penutup ritual ini dilakukan oleh beberapa orang tatung yang berarti berakhirnya perayaan tahun baru imlek. Dalam atraksi ritual tatung terkadang terlihat mengerikan dengan adanya tusukan benda tajam bahkan terlihat berdarah.

LEGENDA CAP GO MEH

Ada beberapa versi mengenai sejarah asal usul perayaan cap go meh, tetapi kesamaannya adalah tentang kedatangan seekor binatang mitos menakutkan yang kerap mengganggu penduduk desa dan berhasil diusir. Senjata dan cara pengusirannya tetap sama yaitu menggunakan simbol warna merah dan suara yang hingar bingar (biasanya petasan), akan tetapi yang berbeda hanyalah tokoh yang pertama kali berhasil mengusir nian.

Menurut Sejarah dan legenda pada zaman dahulu kalau setiap awal Tahun Baru Imlek selalu didatangi kemunculan seekor binatang mitos bernama Nian (Mengenai asal usul nian, anda bisa membaca artikel kami pada blog ini), Nian akan memakan penduduk desa, terutama anak-anak. Hampir setahun semua penduduk desa memutuskan untuk bersembunyi dari binatang itu. Akhirnya ada seorang pria tua muncul sebelum penduduk desa bersembunyi. Pria tua itu mengatakan bahwa dia akan menginap di desa, dan memutuskan untuk balas dendam pada Nian.

Semua penduduk desa mengira dia gila karena tidak ikut mereka bersembunyi. Orang tua itu meletakkan kertas berwarna merah dan menyalakan petasan. Sehari setelah itu, penduduk desa keluar dari persembunyian mereka dan melihat desa tidak ada yang hancur. Mereka beranggapan bahwa orang tua itu adalah dewa yang datang untuk menyelamatkan mereka. Setelah melihat desa mereka bertaburan kertas berwarna merah dan bekas petasan, mengertilah penduduk desa bahwa Nian takut dengan warna merah dan suara yang keras.

Sejak kejadian tersebut menjelang Tahun Baru Imlek, penduduk desa akan mengenakan pakaian warna merah, menggantung lampion merah, dan gulungan mata merah di jendela dan pintu rumah. Penduduk juga menggunakan petasan untuk menakut-nakuti Nian. Legenda menyebutkan Nian tidak pernah datang ke desa lagi. Nian akhirnya ditangkap oleh Hongjun Laozu, seorang pendeta Tao kuno. Nian menjadi gunung Hongjun Laozu.

Artikel lainnya baca disini dan kalau ingin tahu pontianak lebih banyak baca disini.

Tinggalkan Balasan