Provinsi Bali : Sejarah Terbentuknya

Provinsi Bali

Provinsi Bali. merupakan salah satu provinsi di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pada awal kemerdekaan Indonesia, wilayah ini termasuk dalam wilayah Provinsi Sunda Kecil yang beribukota di Singaraja. Kemudian, wilayah Provinsi Sunda Kecil dibagi menjadi 3 provinsi: Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Provinsi Bali terdiri dari pulau-pulau yang lebih kecil di sekitarnya, yaitu Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Lembongan, Pulau Nusa Ceningan, Pulau Serangan, dan Pulau Menjangan. Secara geografis, Bali terletak di antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok. Mayoritas penduduk Bali adalah pemeluk agama Hindu. Di dunia, Bali terkenal sebagai tujuan pariwisata dengan keunikan berbagai hasil seni-budayanya.  Khususnya bagi para wisatawan Jepang dan Australia. Bali juga dikenal dengan julukan Pulau Dewata dan Pulau Seribu Pura.

Baca juga: Propinsi Kalimantan Barat

Jaman prasejarah di Bali, sebagaimana temuan arkeolog di wilayah tersebut, meliputi tiga babak tingkatan budaya. Pertama adalah masa yang bertumpu pada budaya berburu. Karena berburu merupakan cara yang alamiah dalam mempertahankan hidup dan mudah dilakukan. Berburu dapat dilakukan dengan alat-alat sederhana seperti dari bahan batu, yang peninggalannya ditemukan di daerah Sembiran di Bali utara dan wilayah Batur. Ditemukan juga peninggalan peralatan sejenis dengan menggunakan bahan tulang di gua Selonding daerah Bulit, Badung Selatan. Hal ini menunjukkan bahwa masa berburu didaerah Bali merupakan masa yang cukup panjang dan disertai dengan peningkatan pola pikir yang makin baik.

Provinsi Bali

Kedua adalah masa bercocok tanam. Walaupun sudah memasuki tatanan hidup yang lebih terpola pada masa bertanam, kelompok manusia Bali pada jaman itu masih hidup secara berpindah. Hal ini tergambar dari temuan lepas di berbagai wilayah Bali barat, Bali utara, dan Bali selatan. Tatatan hidup dengan permukiman diyakini sebagai peralihan tatanan hidup manusia Bali dari jaman prasejarah ke jaman sejarah. Peninggalan purbakala berupa nekara perunggu dan berbagai barang logam didaerah Pejeng Gianyar, membuktikan telah terbentuk tatanan masyarakat yang lebih terstruktur.

Ketiga adalah masa Bali kuno. Pengaruh Hindu dari India yang masuk ke Indonesia yang diperkirakan memberi dorongan kuat pada lompatan budaya di Bali. Masa Bali Kuno ini diperkirakan terjadi antara abad 8 hingga abad 13.  Dan diperkuat lagi dengan pengaruh Majapahit yang berniat menyatukan Nusantara lewat Sumpah Palapa Gajah Mada di awal abad 13. Tatanan pemerintahan dan struktur masyarakat mengalami penyesuaian mengikuti pola pemerintahan Majapahit. Benturan budaya lokal Bali Kuno dan budaya Hindu Jawa menimbulkan berbagai perlawanan di berbagai daerah di Bali.

Namun secara perlahan dan pasti, upaya penyesuaian dan percampuran kedua belah pihak, Bali berhasil menemukan pola budaya yang sesuai dengan pola pikir masyarakat dan keadaan alam Bali masa itu.

Model penyesuaian inilah yang akhirnya membentuk masyarakat dan budaya Bali yang unik dan khas, dengan menyerap unsur Hindu dan Jawa Majapahit namun tetap mempertahankan budaya lokal. Masa-masa berikutnya, pada jaman penjajahan dan jaman kemerdekaan, budaya bali tetap mengikuti alur yang sama yaitu menerima pengaruh luar yang lebur ke dalam warna budaya lokal.

Baca selengkapnya…………

Tinggalkan Balasan