Provinsi Banten : Sejarah Terbentuknya

Provinsi Banten

Provinsi Banten merupakan salah satu provinsi dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Provinsi ini merupakan hasil pemekaran dari Provinsi Jawa Barat sesuai UU Nomor 23 Tahun 2000. Sebagai gubernur pertama adalah H. Hakamudin Djamal yang dilantik tanggal 18 Nopember 2000.

Provinsi Banten. Pada masa lalu, Banten yang dulu dikenal dengan nama Bantam  merupakan kota pelabuhan yang sangat ramai dengan masyarakat yang terbuka dan makmur. Pada abad ke-5, daerah ini merupakan bagian dari Kerajaan Tarumanagara. Salah satu prasasti peninggalan Kerajaan Tarumanagara adalah Prasasti Cidanghiyang atau prasasti Lebak, yang ditemukan di Kampung Lebak di tepi Ci Danghiyang, Kecamatan Munjul, Pandeglang, Banten. Prasasti ini baru ditemukan tahun 1947 dan berisi 2 baris kalimat berbentuk puisi dengan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta. Isi prasasti tersebut mengagungkan keberanian Raja Purnawarman.

Baca juga: Sejarah Kota Probolinggo

Setelah runtuhnya Kerajaan Tarumanagara, kekuasaan di bagian barat Pulau Jawa dari Ujung Kulon sampai Ci Serayu dan Kali Brebes dikuasai oleh Kerajaan Sunda. Seperti dinyatakan oleh Tome Pires, penjelajah Portugis pada tahun 1513, Banten menjadi salah satu pelabuhan penting dari Kerajaan Sunda. Banten adalah salah satu pelabuhan kerajaan itu selain pelabuhan Pontang, Cigede, Tamgara (Tangerang), Kalapa, dan Cimanuk.

Provinsi Banten

Provinsi Banten. Maulana Hasanuddin mendirikan Kesultanan Banten di wilayah bekas Banten Girang dan menguasai Kota Pelabuhan Banten dan Banten Girang pada tahun 1527. Penerus Maulana Hasanuddin, yaitu Maulana Yusuf, menghancurkan Pakuan Pajajaran pada tahun 1579. Hal ini menandakan bahwa Pemerintahan di Jawa Barat dilanjutkan oleh Kesultanan Banten, yang ditandai dengan diboyongnya Palangka Sriman Sriwacana (batu berukuran 200x160x20 cm singgasana raja) dari Pakuan Pajajaran ke Surasowan di Banten. Kala itu, Banten merupakan pelabuhan besar di Asia Tenggara, sejajar dengan Malaka dan Makassar.

Banten merupakan salah satu pusat perniagaan penting dalam jalur perniagaan internasional di Asia sejak abad 17. Tata administrasi modern pemerintahan dan kepelabuhan sangat menunjang bagi tumbuhnya perekonomian masyarakat. Daerah kekuasaannya mencakup wilayah yang sekarang menjadi Provinsi Lampung. Ketika orang Belanda tiba di Banten untuk pertama kalinya, Portugis telah lama masuk ke Banten, kemudian Inggris dan Belanda.

Pemerintah Hindia Belanda Pada 1 Januari 1926 mengeluarkan peraturan untuk pembaharuan sistem desentralisasi dan dekonsentrasi yang lebih luas. Di Pulau Jawa dibentuk pemerintahan otonom provinsi. Provincie West Java adalah provinsi pertama yang dibentuk di wilayah Hindia Belanda yang diresmikan dengan surat keputusan tanggal 1 Januari 1926, dan diundangkan dalam Staatsblad (Lembaran Negara) 1926 No. 326, 1928 No. 27 jo No. 28, 1928 No. 438, dan 1932 No. 507. Banten menjadi salah satu keresidenan yaitu Bantam Regentschappen dalam Provincie West Java di samping Batavia, Buitenzorg (Bogor), Preanger (Priangan), dan Cirebon.

Tinggalkan Balasan