Provinsi DKI Jakarta : Sejarah Terbentuknya

Provinsi DKI Jakarta

Provinsi DKI Jakarta. DKI Jakarta adalah ibukota negara dan kota terbesar di Indonesia. Jakarta merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki status setingkat provinsi. Dahulu pernah dikenal dengan beberapa nama di antaranya Sunda Kelapa, Jayakarta, dan Batavia. Di dunia internasional Jakarta memiliki julukan J-Town atau lebih populer lagi The Big Durian karena dianggap sebanding dengan New York City (Big Apple) di Indonesia.

Baca juga: Belajar Sejarah Asal Usul Pontianak

500 tahun silam, Jakarta merupakan sebuah bandar kecil di muara sungai Ciliwung. Berabad-abad kemudian, kota bandar ini berkembang menjadi pusat perdagangan Internasional yang padat. Bangsa Portugis merupakan rombongan besar Eropa pertama yang datang ke bandar Kalapa. Selanjutnya, kota ini diserang oleh Fatahillah dan mengganti nama Sunda Kalapa menjadi Jayakarta pada 22 Juni 1527. Dan tanggal tersebut diperingati sebagai hari lahirnya kota Jakarta.

Akhir abad 16, Belanda datang dan menguasai Jakarta. Karena keadaan alam Jayakarta berawa-rawa dan mirip dengan negeri Belanda, maka nama Jayakarta pun diubah menjadi Batavia. Untuk melindungi Batavia dari ancaman banjir, Belanda membangun kanal-kanal. Pusat pemerintahan saat itu dipusatkan disekitar lapangan berjarak 500 meter dari bandar. Lama-kelamaan kota Batavia berkembang kearah selatan, dan karena kondisi lingkungan, Belanda memindahkan pusat pemerintahan ke wilayah yang diberi nama Weltevreden.

Pada tahun 1928, sebuah keputusan bersejarag dicetuskan, yaitu Sumpah Pemuda yang berisi bertanah air satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan: Indonesia. Masa pendudukan Jepang antara tahun 1942-1945, nama Batavia diubah menjadi Jakarta. Ir. Soekarno membacakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jakarta dan Sang Saka Merah Putih untuk pertama kalinya dikibarkan pada 17 Agustus 1945. Namun, kedaulatan Indonesia baru diakui pada tahun 1949 dan sekaligus menjadi anggota PBB. Tahun 1966 Jakarta resmi menjadi Ibukota Negara Republik Indonesia dan mengalami perkembangan yang pesat sebagai sebuah Metropolitan. Kekayaan budaya dan pertumbuhan yang dinamis merupakan sumbangan penting bagi Jakarta menjadi salah satu metropolitan terkemuka pada abad ke-21.

Provinsi DKI Jakarta

Berikut silsilah kota Jakarta dan perubahan nama Kota Jakarta:

  1. Abad ke-14 bernama Sunda Kelapa sebagai pelabuhan Kerajaan Pajajaran.
  2. 22 Juni 1527 oleh Fatahilah, diganti nama menjadi Jayakarta (tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari jadi kota Jakarta keputusan DPR kota sementara No. 6/D/K/1956).
  3. 4 Maret 1621 oleh Belanda untuk pertama kali bentuk pemerintah kota bernama Stad Batavia.
  4. 1 April 1905 berubah nama menjadi ‘Gemeente Batavia’.
  5. 8 Januari 1935 berubah nama menjadi Stad Gemeente Batavia.
  6. 8 Agustus 1942 oleh Jepang diubah namanya menjadi Jakarta Toko Betsu Shi.
  7. September 1945 pemerintah kota Jakarta diberi nama Pemerintah Nasional Kota Jakarta.
  8. 20 Februari 1950 dalam masa Pemerintahan. Pre Federal berubah nama menjadi Gemeente Batavia.
  9. 24 Maret 1950 diganti menjadi Kota Praja Jakarta.
  10. 18 Januari 1958 kedudukan Jakarta sebagai Daerah swatantra dinamakan Kota Praja Djakarta Raya.
  11. Tahun 1961 dengan PP No. 2 tahun 1961 jo UU No. 2 PNPS 1961 dibentuk Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya.
  12. 31 Agustus 1964 dengan UU No. 10 tahun 1964 dinyatakan Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya tetap sebagai Ibukota Negara Republik Indonesia dengan nama Jakarta.
  13. Tahun1999, melalui uu no 34 tahun 1999 tentang Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Negara Republik Indonesia Jakarta, sebutan pemerintah daerah berubah menjadi pemerintah provinsi DKI Jakarta, dengan otonominya tetap berada ditingkat provinsi dan bukan pada wilayah kota Selain itu wilayah DKI Jakarta dibagi menjadi 6 ( 5 wilayah kotamadya dan satu kabupaten administrative Kepulauan Seribu).
  14. Undang-undang Nomor 29 tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700);

Tinggalkan Balasan