Provinsi Jawa Tengah : Sejarah Terbentuknya

Provinsi Jawa Tengah

Provinsi Jawa Tengah.  Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Termasuk salah satu provinsi tertua dari 8 provinsi yang dibentuk saat itu. Kedelapan provinsi tersebut antara lain: Jawa Tengah, Sumatera, Borneo, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi, Maluku dan Sunda Kecil.

Baca juga: Provinsi Nusa Tenggara Timur

Pada jaman dulu, yaitu pada abad VII, di Jawa Tengah banyak berdiri kerajaan-kerajaan, antara lain: 1). Kerajaan Budha Kalingga, Jepara pada tahun 672 Masehi, yang diperintah oleh Ratu Sima, 2). Kerajaan Hindu yang lahir di Medang Kamulan, Jawa Tengah dengan raja bernama Raja Sanjaya atau Rakai Mataram sesuai Prasasti Canggah tahun 732.

Pada jaman pemerintahan Rakai Pikatan dari Dinasti Sanjaya berhasil membangun candi Rorojonggrang atau candi Prambanan. 3). Kerajaan Mataram Budha di Jawa Tengah dengan raja bernama Syailendra dan banyak membangun candi seperi Candi Borobudur, Candi Sewu, Candi Kalasan dll.

4). Setelah runtuhnya kerajaan Majapahit Hindu pada abad 16, kerajaan Islam muncul di Demak, Itulah yang menjadi cikal bakal penyebaran Agama Islam di Jawa Tengah, 5). Setelah kerajaan Demak runtuh, Djoko Tingkir anak menantu Raja Demak (Sultan Trenggono) memindahkan kerajaan Demak ke Pajang (dekat Solo). Dan menyatakan diri sebagai Raja Kerajaan Pajang dan bergelar Sultan Adiwijaya.

Provinsi Jawa Tengah

Selama pemerintahannya terjadi kerusuhan dan pemberontakan. Perang terbesar adalah antara Sultan Adiwijaya melawan Aryo Penangsang. Sultan Adiwijaya menugaskan Danang Sutowijaya untuk menumpas pemberontakan Aryo Penangsang dan berhasil membunuh Aryo Penangsang. Dikarenakan jasanya yang besar kepada Kerajaan Pajang, Sultan Adiwijaya memberikan hadiah tanah Mataram kepada Sutowijaya, 6). Setelah Pajang runtuh ia menjadi Raja Mataram Islam pertama di Jawa Tengah dan bergelar Panembahan Senopati.

Pertengahan abad 16, Portugis dan Spanyol datang ke Indonesia dalam usaha mencari rempah-rempah yang akan diperdagangkan di Eropa. Pada saat yang sama, Inggris dan Belanda juga datang ke Indonesia. Melalui VOC, Belanda menindas bangsa Indonesia termasuk rakyat Jawa Tengah, dibidang politik maupun ekonomi.

Awal abad 18 Kerajaan Mataram diperintah oleh Sri Sunan Pakubuwono II, setelah beliau wafat muncul perselisihan diantara keluarga raja yang ingin menunjuk raja baru. Perselisihan bertambah keruh setelah adanya campur tangan pemerintah Kolonial Belanda. Perselisihan ini akhirnya diselesaikan dengan Perjanjian Gianti tahun 1755. Kerajaan Mataram terbagi menjadi dua, yaitu Surakarta Hadiningrat atau Kraton Kasunanan di Surakarta dan Ngayogyakarta Hadiningrat atau Kraton Kasultanan di Yogyakarta.

Sampai sekarang Jawa Tengah secara administratif merupakan sebuah propinsi yang ditetapkan dengan Undang-undang No. 10/1950 tanggal 4 Juli 1950. Jawa Tengah sebagai salah satu Propinsi di Jawa, letaknya diapit oleh dua Propinsi besar, yaitu Jawa Barat dan Jawa Timur.

Tinggalkan Balasan